Media Online. Cepat Tapi Akurat
Cepat Tapi Akurat plus Berimbang.
Perkembangan teknologi informasi semakin pesat di abad 21. Manusia tak perlu menggunakan telepon seluler berukuran sebesar sepatu untuk menelpon satu sama lain.
Manusia tak perlu mengantri di wartel atau warnet untuk berkomunikasi satu sama lain. Melalui handphone berukuran dengan sistem yang canggih, kita berkomunikasi walaupun terpisah jarak hingga puluhan ribu kilometer.
Istilah Global Village atau desa global sering disebut adalah sebutan fenomena percepatan teknologi informasi yang telah melampaui batas ruang dan waktu.
Tak terkecuali media massa juga mengalami perkembangan pesat dalam penyampaian berita.
Masyarakat tak lagi memegang kertas dalam ukuran besar untuk membaca berbagai informasi yang terjadi di berbagai belahan dunia setiap hari.
Telah hadir puluhan ribu media massa dalam bentuk web atau situs. Biasanya media massa itu disebut media online. Pembaca tinggal membaca situs media itu melalui teleponnya di mana pun dan kapan pun.
Uniknya, pembaca pun bisa memberikan tanggapan atas berita yang dimuat media online. Sementara pembaca di media cetak baru bisa memberikan tanggapan melalui kolom surat pembaca setelah berita dimuat beberapa hari kemudian.
Kecepatan dalam pemuatan berita di media online benar-benar memanjakan pembaca. Namun perlu diketahui, ada beberapa kekurangan dalam media online.
Pertama, banyak kesalahan penulisan kata atau kurang huruf. Biasanya kesalahan ini terjadi karena ingin tercepat memuat berita itu.
Kedua, memainkan isu secara hiperbola demi menarik perhatian pembaca.
Ketiga, Isi berita terkesan provokatif dan memihak narasumber tertentu.
Pembaca berhak memberikan kritik apabila menemukan tiga kesalahan ini. Wartawan selsku penulis harus bertanggung jawab memberikan koreksi sehingga pembaca bisa mendapat informasi yang teraktual dan terpercaya.
Fabio Costa,
Wartawan Harian Kompas dan Penulis di Kompas.com

Comments